..:: Ranie ::..

Thursday, June 15, 2006

“ Ibu mau kemana?”
“ Ibu turunnya dimana?”
“ Ibu rumahnya dimana?”
“ Dadah ibu, hati-hati ya”

Kalimat – kalimat yang sederhana, bahkan terkesan agresif selalu dilontarkan seorang bocah umur tiga tahun setengah bulan juni ini. Tidak jemu dia menyapa setiap orang yang menarik minatnya di angkot ketika dia bepergian keluar bersama umminya.

Dan kalimat sederhana yang muncul dari mulutnya yang mungil da pemikirannya yang polos itu sungguh menakjubkan. Darinya muncul kegemasan dari setiap orang yang disapanya. Ujung-ujungnya mereka menawarkan balita itu untuk singgah ke rumah mereka.

Balita itu bernama Muhammad Azzam Rafiudin, yang panggilan bekennya adalah Azzam. Begitulah keseharian Azzam. Sampai-sampai keramahan azzam ini membuat umminya bertambah koleksi teman dan no hp. Dan umminya pun ikut terkenal dengan sebutan ummi azzam, mama azzam.

Sekali lagi, saya belajar dari keramahan balita ini. Terkadang tuntutan kerja, tuntutan pencarian nafkah, segala macam tuntutan dalam hidup ini membuat setiap dari kita menjadi manusia-manusia yang kaku, lupa untuk saling bertegur sapa atau saling mengucapkan salam. Setiap saya menaiki angkot menuju kantor dan tempat pengasuh Azzam, maka banyak yang saya temukan wajah-wajah yang kusut, yang sarat beban, muka yang masam. Padahal Rasulullah bersabda bahwa yang terbaik dalam Islam salah satunya adalah memberi salam pada orang yang kita kenal dan tidak kita kenal. Tentunya dengan disertai muka yang manis dan penuh keramahan. Senyuman yang tulus. Seperti yang dilakukan Azzam di kesehariannya.

Azzam sayang… Ummi sangat bangga dengan kebiasaanmu ini, walau kadang ummi suka malu karena keramahanmu yang berlebih setiap melihat tante berkerudung yang cantik : D. Semoga saja ummi bisa juga sepertimu, tetap menjadi orang yang ramah dan meyebarkan salam di tengah penatnya kehidupan yang kita jalani ini.


Bogor, 15 Juni 2006.
posted by Maharani Arief at 9:11 PM

0 Comments:

Post a Comment

<< Home