..:: Ranie ::..
Friday, February 03, 2006
GRRR
Sore hari pulang kerja, naik angkot 09 yang membawaku ke halte angkot Ciawi. Di dalam angkot sebagian besar adalah anak-anak SMU, yang perbandingan populasinya adalah 50:50 anak laki-laki dan anak perempuan. Salah satu dari mereka mengometariku ketika aku melilih duduk di pinggir dekat temannya. Aku hanya melirik sebentar. Kemudian anak itu terdiam, Merasa bahwa aku mendengar komentarnya. Lalu pandanganku tertuju pada pada temannya yang lain yang sedang asyik mojok. Tentulah mereka sepasang anak SMU yang sedang asyik kemasyuk dengan cinta. Risih melihat adegan mesra mereka. Memang saat itu hujan, dengan suasana kota bogor yang dingin (karena hujan terus-terusan turun sejak kemarin) pas lah bagi mereka untuk saling berdekatan, tapi tak pantas di depan mataku.
Lalu aku menyentuh ujung tangan anak perempuan yang tengah bermesraan itu dengan ujung payungku. Dengan tegas dan tanpa basa-basi aku sampaikan bahwa aku sangat risih dengan adegan mereka. Dan ku minta agar mereka berjauhan duduknya. Dengan wajah malu mereka mulai menjauh.
Hhhrrgggh. Rasanya ingin marah, sudah sekian kalinya aku melihat adegan ini bahkan lebih dari itu. Maaf, ada yang memegang payudara si perempuannya tanpa rasa malu di depanku. Dan perempuannya sangat senang dan menikmati. Hueek.
Aku jadi teringat eva, kalau ada aku ingin cerita bahwa aku sangat MARAH, MARAH SEKALI. Aku jadi bertanya-tanya, bagaimana sih orang tua mereka mendidik mereka? Bagaimana sih pengasawan masyarakat terhadap masalah seperti ini? Bagaimana sih perhatian penguasa atas kasus-kasus seperti ini?
Aduh pak Jendral, tahu gak sih kalau tanggung jawab anda tuh sangat berat sekali di hadapan Allah. Janganlah anda mengira Allah tidak menghisab segala amanah yang telah rakyat ini berikan kepadamu sebagai Pemimpin Negara BBM
Wuih kesel banget. Gimana nih pak nadian, mba jujuk, mas bambang, eva, and all my dearest friends????
Lalu aku menyentuh ujung tangan anak perempuan yang tengah bermesraan itu dengan ujung payungku. Dengan tegas dan tanpa basa-basi aku sampaikan bahwa aku sangat risih dengan adegan mereka. Dan ku minta agar mereka berjauhan duduknya. Dengan wajah malu mereka mulai menjauh.
Hhhrrgggh. Rasanya ingin marah, sudah sekian kalinya aku melihat adegan ini bahkan lebih dari itu. Maaf, ada yang memegang payudara si perempuannya tanpa rasa malu di depanku. Dan perempuannya sangat senang dan menikmati. Hueek.
Aku jadi teringat eva, kalau ada aku ingin cerita bahwa aku sangat MARAH, MARAH SEKALI. Aku jadi bertanya-tanya, bagaimana sih orang tua mereka mendidik mereka? Bagaimana sih pengasawan masyarakat terhadap masalah seperti ini? Bagaimana sih perhatian penguasa atas kasus-kasus seperti ini?
Aduh pak Jendral, tahu gak sih kalau tanggung jawab anda tuh sangat berat sekali di hadapan Allah. Janganlah anda mengira Allah tidak menghisab segala amanah yang telah rakyat ini berikan kepadamu sebagai Pemimpin Negara BBM
Wuih kesel banget. Gimana nih pak nadian, mba jujuk, mas bambang, eva, and all my dearest friends????
posted by Maharani Arief at 6:16 AM

0 Comments:
Post a Comment
<< Home