..:: Ranie ::..

Wednesday, January 18, 2006

Israel itu JAHAT

Hari senin kemaren azzam ku bawa ke kantor. Seprti biasa sembari bekerja saya juga mengasuh azzam dengan berbagai kegiatan yang kadang memecahkan konsentrasi pekerjaan saya. Ketika jam makang siang tiba, dengan sedikit lelah aku menggendong azzam untuk duduk di pangkuanku. Sambil menenangkannya aku memutar cd anak-anak palestina yang ku beli bulan ramadhan yang lalu. Di blog ini aku juga pernah menceritakan tentang perasaanku setelah melihat cd itu.

Diawali dengan lagu yang membangkitkan bulu romaku, dan disusul dengan suasana perang, dan seterusnya sampai pada diperlihatkan bagaimana kekejaman tentara israel terhadap anak-anak palestina. Ah susah ku ceritakan karena betapa sangat mengerikan.

Sambil menahan isak air mata karena melihat cd itu, perlahan aku jelaskan pada azzam apa yang diceritakan cd itu. bahwa Israel itu jahat sekali pada anak-anak palestina. Mereka tega menembaki anak-anak kecil yang tidak berdosa itu. Azzam terdiam sejenak, kemudian dia berkata pada ku dengan kata-kata cadelnya, "Mi, isril jahat ya, nembakin anak kecil.". Dan aku mengiyakan. dan kami pun larut dalam tontonan itu.

Berapa hari kemudian, kami ke bandung, pulang. Dan kami dijemput abinya azzam, dan dalam perjalanan menuju rumah. Dengan celotehan polosnya azzam bercerita pada abinya tentang israel. "Abi, Isril (israel) itu jahat, nembakin anak kecil. Lalu abinya berseru kaget. "Oh ya, israel jahat?". Iya, sambut azzam. Lalu aku menjelaskan apa yang terjadi sampai azzam beropini bahwa israel jahat. Lalu azzam menambahkan lagi bahwa selain menembaki anak kecil, israel juga menembak power ranger, lalu di mobil yang kami naiki menuju rumah dia memperagakan gaya tertembak. Lalu kami tertawa melihat tingkah azzam yang polos dan lucu itu.

Azzam memang belum mengerti,apa terjadi di palestina, tapi setidaknya aku mulai menanamkan nilai-nilai kebenaran pada azzam, dan mengabarkan tentang dunia ini kepadanya.

Selamat datang di dunia yang carut marut ini anakku
Ummi akan selalu bersamamu, membimbingmu sampai kau kelak mampu berjalan di dunia ini dengan mantap.
Dan ummi akan mengantarkanmu pada cita terluhur, menjadikanmu manusia yang mulia dan syahid di jalan Tuhan kita.
posted by Maharani Arief at 4:48 AM 0 comments

Friday, January 13, 2006

Ketika Azzam Bisa Berdoa


Azzam sudah bisa berdoa sekarang. Wah its so excited. Doa yang dihapalnya adalah doa mau makan, doa mau tidur, doa keselamatan dunia dan akhirat, dan doa untuk orang tua. Setiap umi habis menunaikan shalat maghrib dan isya, biasanya azzam akan mendekati umi dan duduk di hadapan umi.
Lalu azzam dengan mata polos bilang sama umi kalau dia ingin berdoa untuk umi, abi dan ade rifanya yang cantik. Dengan kalimat yang terbata-bata, dia berusaha melafalkan doa-doa tersebut. Azzam melakukannya untuk orang-orang yang tercinta baginya dengan segenap cintanya dia melafalkan semua doa itu.

Belajar dari tingkah azzam yang sederhana dan polos, masihkah kita berdoa untuk orang-orang tercinta dan saudara-saudara kita yang muslim, dengan segenap cinta yang kita miliki. Berharap pada pencipta kita untuk mengampuni dan menyayangi orang-orang di sekitar kita.Masih sempatkah kita di tengah zaman yang penuh dengan keegoisan ini? Masih maukah kita mendoakan orang-orang yang telah menyakiti kia dengan tulus?

Azzam, terima kasih atas segala doa yang telah kau panjatkan untuk umi, abi dan ade rifa ya..

i love you my baby
posted by Maharani Arief at 6:02 AM 0 comments

Di Al-Ghifari..


Menunggu seorang akhwat di masji Al-Ghifari IPB, seusai shalat ashar, di lantai tiga tempat shalat untuk akhwat, ku layangkankan pandangan ke lantai 2. Disana, di sudut kanan terdapat sekelompok pemuda yang sedang melakukan kegiatan qiraati. Mereka sedang belajar membaca Al-Qur'an, membenahi tajwid dan menafakuri ayat-ayat Allah. Wajah mereka begitu cerah dalam kekhusyuannya.

Di sudut lain, terdapat 3 pemuda yang sedang berdiskusi tentang Islam. Mencoba mencari kedalaman ilmu Risalah yang diturunkan Allah melalui rasul-Nya. Sama, wajah mereka begitu cerah, hidup. Kulihat ruhiyah Islamiyah di sana.

Aku iri, sangat iri.
Aku cemburu, sangat cemburu.

Ketenangan mereka, kekhusyuannya, membuat dada ini sesak, menjalar ke mataku yang mulai berkaca-kaca. Melihat mereka refleksi diriku lima tahun yang lalu.
Walau mataku buram karena di halangi air mata, aku tetap memeperhatika mereka. Menyaksikan keasyikan mereka.
Setengah berbisik aku berkata pada diriku sendiri
Aku akan kembali...
Entah kapan dan di mana.
Berjalan lagi menuju surga dan Ridho-Nya..


I shall return to find my soul..

posted by Maharani Arief at 5:38 AM 0 comments

Anak....

Beberapa hari ini kita dikagetkan oleh pemberitaan tentang kekerasan terhadap anak yaitu kisah seorang ibu yang tega membakar kedua anaknya yang berusia yang masih kecil-kecil. Juga seorang ibu tiri yang tega mencekik anak tirinya, seorang ayah yang tega menyetrika anak kandungnya. Dan lain-lain lagi (hiii menyeramkan). Teringat kasus Arie Anggara belasan tahun lalu yang tewas mengenaskan oleh kedua orang tuanya.Dan belum lagi kasus-kasus kekerasan anak yang semakin hari ini semakin marak saja

Anak...sekali lagi anak...
Siapakah mereka?
Mereka adalah hasil dari buah cinta dua manusia, Amanah Allah, dst (wah panjang menjabarkannya)
Mengapa mereka rentan menjadi objek kekerasan domestik, yang pelakunya adalah orang-orang yang terdekat, yang seharusnya memberikan rasa cinta dan perlindungan kepada mereka.
Banyak yang berpendapat bahwa karena himpitan ekonomi, susahnya kehidupan menimbulkan kekerasan terhadap anak (KTA). Sikap para suami yang tidak ngemong juga merupakan faktor timbulnya KTA.

Kalau kita renungi secara seksama, ada masalah mendasar di atas semua penyebab terjadinya KTA, yaitu tidak terpecahkannya problematika umat. Lebih ideal lagi karena hukum yang mengatur perikehidupan manusia tidak mampu mengcover permasalahan-permasalahan yang ada.

Hukum apa yang dipakai manusia saat ini sehingga tidak mampu memecahkan permasalahan umat? Seperti yang kita ketahui bersama bahwa hukum yang ada saat ini adalah hukum buatan manusia yang banyak sekali kelemahan sehingga banyak menimbulkan permasalahan baru. Jadi sebaik apapun manusia membuat hukum akan sama saja hasilnya jika hukum itu tidak disandarkan pada hukum yang lebih hakiki. Maka sudah seharusnya kita mulai meninggalkan hukum buatan manusia dan beralih oada hukum yang hakiki, yaitu Hukum Allah.

Kembali pada anak, sebagai seorang ibu yang juga tidak lepas dari permasalahan kehidupan, sangat sedih melihat KTA saat ini. Jujur, terkadang amarah bisa memuncak ketika dihadapkan dengan seabgreg masalah dan pada saat yang sama harus menghadapi kerewelan anak. Saat itu ingin meluapkan amarah ini pada anak saya, dan terkadang saya cukup menyentilnya jika sudah di luar batas kendali. Tapi ketika pada saat dia tidur, terlihat wajah polosnya. Sungguh hati saya amat terluka dengan perbuatan saya kala itu. Hingga tak ayal air mata ini basah. Dan saat itu saya mencium pipi anak saya sambil berkata "maafkan ummi nak".
Tidak terbayangkan bagaimana perasaan saya, seandainya saya dalam posisi pelaku KTA yang sudah sangat berlebihan (membakar anak), bisa-bisa saya menjadi gila. Maka setiap pelaku KTA tentunya sudah tidak bisa lagi berpikir jernih.

Ini adalah tanggung jawab kita bersama, setiap dari kita, seluruh lapisan masyarakat. Kembali pada sang pemegang wewenang hukum bagaimana tanggung jawab anda sekalian yang duduk di kursi pemerintahan.
Well, saya hanya bisa menarik nafas yang berat ini ketika tanya ini ditujukan kepada pemerintahan kita yang mulia.
posted by Maharani Arief at 5:28 AM 0 comments

Wednesday, January 04, 2006

Buntu

Tahu yah, akhir-akhir ini suka tiba-tiba buntu kalau mau nulis. Kayaknya pikiranku sangat sesak dengan masalah yang kuhadapi sekarang ini. Ga beres-beres. Mungkin aku buth kontemplasi sejenak mengurai semuanya walau keinginan untuk lari dari permasalahan acapkali muncul.

Aku butuh sesuatu yang menggugah, membuatku bangkit tapi apa itu, aku belum tahu. Aku juga butuh seseorang, sekelompok orang atau berapa orang yang bisa membimbingku dalam kegoyahanku saat ini.

Aduh, ujian ini sangat berat sampai aku harus mengaduh..'

pusing kan...
posted by Maharani Arief at 2:32 AM 1 comments

Ajari aku tentang memaafkan

Ajari saya tentang memaafkan ketika kezaliman begitu menyesakkan dada ini.
Ajari saya tentang ketulusan ketika rasa pamrih mulai merajai niat untuk beramal.

Ah buntu euy..
posted by Maharani Arief at 2:27 AM 0 comments