..:: Ranie ::..
Thursday, December 29, 2005
To Eva
Eva..
Bukannya aku keras kepala dalam menyikapi nasihat-nasihatmu. Sungguh ketika aku bercerita tentang sebagreg masalahku, hatiku sangat terluka. karena harus membuka lembaran yang seharusnya ku tutup.
Tapi aku hanya sekedar manusia yang punya kelemahan, berbagi dan bercerita pada sahabat tentang segala sungguh meringankan beban.
Tentang masalahku..
Kini aku hanya berikhtiar dan berdoa
Semoga ada jalan.
Aku yakin Allah tengah memberi kasih sayang padaku..
But above all this..
Terima kasih atas segalanya darimu..
May Allah bless you always...
Bukannya aku keras kepala dalam menyikapi nasihat-nasihatmu. Sungguh ketika aku bercerita tentang sebagreg masalahku, hatiku sangat terluka. karena harus membuka lembaran yang seharusnya ku tutup.
Tapi aku hanya sekedar manusia yang punya kelemahan, berbagi dan bercerita pada sahabat tentang segala sungguh meringankan beban.
Tentang masalahku..
Kini aku hanya berikhtiar dan berdoa
Semoga ada jalan.
Aku yakin Allah tengah memberi kasih sayang padaku..
But above all this..
Terima kasih atas segalanya darimu..
May Allah bless you always...
Saturday, December 24, 2005
Crush
I feel crush...
Rabbana... Help us.. help me..
Its so hurt..
Rabbana...
Rabbana..
Rabbana... Help us.. help me..
Its so hurt..
Rabbana...
Rabbana..
Tuesday, December 20, 2005
Mezzo zo zexzi...
Sebuah perusahaan cerutu terbesar di Indonesia tengah mengeluarkan produk terbarunya yaitu mezzo, dan pastinya promosi pun gencar di lakukan kepada para konsumennya. Mungkin biasa saja, tapi ada yang menarik yang ingin ku bagi. Begini....
Di pangrango plaza, sekitar 3 mingguan yang lalu, pas makan siang. Aku berjalan dengan sohib lamaku, miss Nia. Sembari memcari tempat untuk makan siang, kami melewati sebuah counter promosi produk baru, yang namanya mezzo itu. Ada 3 SPG. yang membuatku tertarik untuk memperhatikannya dan menuangkannya di blog ini. Itu loh pakaiannya, aduh super duper minim. Dengan pakaian yang berupa kemben putih (entah apa ya namanya dalam dunia fashion????) dipadukan dengan rok mini warna senada, mereka menjajakan produk itu ke setiap orang yang akan berbelanja di plaza tersebut, tapi yang pasti yang di sodorinya laki-laki lah ya. Aduuuh, kembali saya mengaduh, dengan make up yang tebal dan pakaian yang serba minimalis itu, rasanya seperti roro mendut saja. Dan kalau aku adalah seorang laki-laki bakal melotot, sport jantung, menaikkan adrenalinku dan akan timbul gejala-gejala lain yang mampu menjerumuskan pada hal yang tidak semestinya.
Aduuh, mba apa ga kurang zexzi itu? apa ga malu tuh dipelototin laki-laki banyak. Mereka mendatangi mba bukan untuk melihat produk yang mba tawarkan, mungkin sekedar untuk menikmati kemolekan tubuh mba dengan gratis. Apa mba tidak takut akan akibatnya nanti? Di dunia maupun di akhirat? Apa mba seorang muslimah? Jika iya, kenapa mba berani mementang hukum Allah? apa mba belum mengerti atau sudah mengerti tapi belum mendapatkan hidayah?
Mba mezzo yang zo zexzi... maut yang Allah tetapkan tidak kenal kompromi loh.. kapan saja, di mana saja, mungkin juga detik ini. Cepatlah tutupi tubuhmu yang molek itu sebelum nyawamu meregang. Kecantikan tidak dinilai dari tubuh dan make up mu itu. Kecantikan juga bisa di dapat dari hari yang bertakwa. apalagi jika kau hulurkan jilbab ke seluruh tubuhmu yang zexzi itu dan mempersembahkan kezexzian mu itu hanya apda suami tercinta. Aku yakin kau tambah cantik.
Mba mezzo yang zo zexzi, ku doakan agar kau segera mendapat hidayah-Nya dan menjadi wanita tercantik (lahir dan batin).
Di pangrango plaza, sekitar 3 mingguan yang lalu, pas makan siang. Aku berjalan dengan sohib lamaku, miss Nia. Sembari memcari tempat untuk makan siang, kami melewati sebuah counter promosi produk baru, yang namanya mezzo itu. Ada 3 SPG. yang membuatku tertarik untuk memperhatikannya dan menuangkannya di blog ini. Itu loh pakaiannya, aduh super duper minim. Dengan pakaian yang berupa kemben putih (entah apa ya namanya dalam dunia fashion????) dipadukan dengan rok mini warna senada, mereka menjajakan produk itu ke setiap orang yang akan berbelanja di plaza tersebut, tapi yang pasti yang di sodorinya laki-laki lah ya. Aduuuh, kembali saya mengaduh, dengan make up yang tebal dan pakaian yang serba minimalis itu, rasanya seperti roro mendut saja. Dan kalau aku adalah seorang laki-laki bakal melotot, sport jantung, menaikkan adrenalinku dan akan timbul gejala-gejala lain yang mampu menjerumuskan pada hal yang tidak semestinya.
Aduuh, mba apa ga kurang zexzi itu? apa ga malu tuh dipelototin laki-laki banyak. Mereka mendatangi mba bukan untuk melihat produk yang mba tawarkan, mungkin sekedar untuk menikmati kemolekan tubuh mba dengan gratis. Apa mba tidak takut akan akibatnya nanti? Di dunia maupun di akhirat? Apa mba seorang muslimah? Jika iya, kenapa mba berani mementang hukum Allah? apa mba belum mengerti atau sudah mengerti tapi belum mendapatkan hidayah?
Mba mezzo yang zo zexzi... maut yang Allah tetapkan tidak kenal kompromi loh.. kapan saja, di mana saja, mungkin juga detik ini. Cepatlah tutupi tubuhmu yang molek itu sebelum nyawamu meregang. Kecantikan tidak dinilai dari tubuh dan make up mu itu. Kecantikan juga bisa di dapat dari hari yang bertakwa. apalagi jika kau hulurkan jilbab ke seluruh tubuhmu yang zexzi itu dan mempersembahkan kezexzian mu itu hanya apda suami tercinta. Aku yakin kau tambah cantik.
Mba mezzo yang zo zexzi, ku doakan agar kau segera mendapat hidayah-Nya dan menjadi wanita tercantik (lahir dan batin).
Perempuan yang Merindu
Dengar lagu kangen jadi melo deh, waw segumpal kenangan, bermuculan, mencuat, menggeliat di setiap neuron syarafku, memutar memori yang dulu. Mundur lagi ke belakang, di tahun 2000. Semua masih sangat murni. Polos dan penuh cinta.
Teringat akan sosok seorang gadis yang semangatnya meletup-letup untuk bisa menggapai suatu cita-cita para syuhada. Mati syahid. So si doi berlomba berusaha mencari jalan ke sana. Mereguk ilmu sepuas-puasnya. agar tahu bagaimana cara bisa berjumpa dengan Kekasihnya itu. RINDu yang selalu ada di setiap perjumpaan dengan khaliknya di setiap sujudnya yang dalam dan sajadah basah dengan air mata kerinduannya.
Saat ini gadis yang telah berganti menjadi istri, ibu, tetap merindukan perjumpaan itu. Indah, ditenngah keterasingannya di dunia ini...
T_T
Teringat akan sosok seorang gadis yang semangatnya meletup-letup untuk bisa menggapai suatu cita-cita para syuhada. Mati syahid. So si doi berlomba berusaha mencari jalan ke sana. Mereguk ilmu sepuas-puasnya. agar tahu bagaimana cara bisa berjumpa dengan Kekasihnya itu. RINDu yang selalu ada di setiap perjumpaan dengan khaliknya di setiap sujudnya yang dalam dan sajadah basah dengan air mata kerinduannya.
Saat ini gadis yang telah berganti menjadi istri, ibu, tetap merindukan perjumpaan itu. Indah, ditenngah keterasingannya di dunia ini...
T_T
To Eva (Protes untuk Perokok)

hari ini aku baru buka blogku lagi, eh dapat comment dari eva (tapi tepatnya pertanyaan sih) bagaimana caranya untuk mendapatkan angkot yang tidak ada penumpang yang merokok di dalamnya.
Oke eva aku akan memeberikan beberapa tips berikut.
1. Lihat angkot yanga akn kamu naiki, sekiranya di dalamnya ada perokok (manusia primitif) maka janganlah engkau sekali-kali menaikinya, kecuali kepepet.
2. Jika terlanjur terdapat orang yang merokok, maka usirlah atau tegurlah (kalau pe de abiz) agar dia tiak merokok lagi. Maka angkot yanga kan kamu naiki Isnya Allah bebas polusi
ada pertanyaan ?
Berkahi kami...

Di suatu tempat,
Entah di mana, di dunia
Seseorang menunggumu, berdoa
Seperti doa yang biasa engkau ucapkan sehabis shalat
Pada suatu saat, entah, apabila, di dunia
Seseorang merindukanmu, berjaga-jaga
seperti malam-malammu yang berlalu sangat lambat
Seseorang menunggu, merindu, berjaga dan berdo'a
Di suatu tempat, pada setiap
Seperti engkau, selalu...
(ajip rosidi,"Ular dan Kabut', 1972)
Jelang tahun 2006, bulan ke tiga nanti, tidak terasa perjalanan kami akan memasuki tahun ke 5. Banyak yang terlewati, suka dan duka, semuanya...
Tidak tahu akhir cerita dari perjalanan ini..
Semoga Dia meridhoi kita...
Anak-anak Palestina
Anak-Anak Palestina
(terinspirasi oleh cd Anak-Anak Palestina)
Sore, menjelang jam pulang kantor, iseng ku buka lagi cd tentang ank-anak Palestina yang ku beli sebulan yang lalu. Tepatnya ketika bulan Ramadhan.
Sekali lagi seperti yang lalu, ketika aku memutar cd ini, perasaan haru biru menyelimuti diriku. Merasuk ke hati dan pikirku.
CD ini menggambarkan bagaimana kondisi Palestina dan bagaimana anak-anak Palestina telah terbiasa oleh situasi perang di sana. Kesedihan, ketakutan, kelaparan, kekurangan segala tidak menyurutkan semangat juang mereka untuk mencapai syahid. Dentuman bom, suara senapan yang nyaring menambah kepiluan hatiku.. Aku malu, ketika ada seorang muslimah Palestina yang menyerukan kepada setiap muslimah di Palestina agar bangkit dan menambah profesi mereka sebagai pejuang Allah. CD ini menyuguhkan perjuangan melawan penjajah Israel untuk menjaga Al-Aqsa dan Al-Quds. Mereka lebih suka mati berkalang tanah di bandingkan menjadi budak Israel.
Di sini di ranah Indonesia ini, negara yang mayoritas muslim, sangat kontras. Jauh sekali kondisi yang kita alami, teror baru sebatas kenaikan harga yang membuat semakin susah tapi masih kita melenggang di jalan dengan aman, tanpa beban ketakutan di tembak atau di bom. Anak-anak pun masih bebas bermain. Lebih dari itu bagi sebagian kalangan masyarakat panggede, anak-anak mereka bebas menghaburkan uang dan melewatkan waktu luang dengan hura-hura. Para muslimah pun masih bisa disibukkan dengan mode fashion terbaru atau melaksanakan arisan atau aktivitas lain yang menyenangkan.
Di mana rasa satu tubuh itu? Sebagian saja yang bisa merasai derita anak-anak Palestina. Atau bahkan iri akan gelar syuhada yang bisa di capai kapan saja di bumi Palestina.
Seharusnya, sebagai muslim bisa ikut membela mereka. Tapi apalah muslim saat ini, seperti yang di katakan Rasulullah, bahwa muslim banyak jumlahnya tapi bagaikan buih saja. Apakah kita termasuk umat yang itu? Nau’dzubillah.
Fakta keterpurukan kaum muslim, karena kehilangan penopang, pemimpin, tempat bernaung dan berlindung. Islam telah terpecah belah, kesatuan umat ini masih jauh rasanya untuk arah ke sana. Sedang kaum kuffar masih saja terus meneror dan mengurangi umat ini.
Tak pelak, khilafah Islamiyah harus segera berdiri. Agar umat ini menjadi lebih mulia. Agar umat ini bisa bangkit dan menjadi peradaban yang hebat. Agar umat ini dapat menciptakan keamanan, kesejahteraan, kemakmuran bagi siapa saja. Karena Islam adalah Rahmatan lil ‘alamiin. Kapankah..?
Insya Allah.. segera…
Untuk anak-anak Palestina, ku panjatkan doa semoga Allah melindungi selalu, dan bersabarlah, Allah dan Rasul-Nya merindukan kalian. Semoga kami dapat merasakan nikmat syahid itu…
Ya Allah pertautkanlah hati-hati ini untuk bermahabbah kepadaMu
(terinspirasi oleh cd Anak-Anak Palestina)
Sore, menjelang jam pulang kantor, iseng ku buka lagi cd tentang ank-anak Palestina yang ku beli sebulan yang lalu. Tepatnya ketika bulan Ramadhan.
Sekali lagi seperti yang lalu, ketika aku memutar cd ini, perasaan haru biru menyelimuti diriku. Merasuk ke hati dan pikirku.
CD ini menggambarkan bagaimana kondisi Palestina dan bagaimana anak-anak Palestina telah terbiasa oleh situasi perang di sana. Kesedihan, ketakutan, kelaparan, kekurangan segala tidak menyurutkan semangat juang mereka untuk mencapai syahid. Dentuman bom, suara senapan yang nyaring menambah kepiluan hatiku.. Aku malu, ketika ada seorang muslimah Palestina yang menyerukan kepada setiap muslimah di Palestina agar bangkit dan menambah profesi mereka sebagai pejuang Allah. CD ini menyuguhkan perjuangan melawan penjajah Israel untuk menjaga Al-Aqsa dan Al-Quds. Mereka lebih suka mati berkalang tanah di bandingkan menjadi budak Israel.
Di sini di ranah Indonesia ini, negara yang mayoritas muslim, sangat kontras. Jauh sekali kondisi yang kita alami, teror baru sebatas kenaikan harga yang membuat semakin susah tapi masih kita melenggang di jalan dengan aman, tanpa beban ketakutan di tembak atau di bom. Anak-anak pun masih bebas bermain. Lebih dari itu bagi sebagian kalangan masyarakat panggede, anak-anak mereka bebas menghaburkan uang dan melewatkan waktu luang dengan hura-hura. Para muslimah pun masih bisa disibukkan dengan mode fashion terbaru atau melaksanakan arisan atau aktivitas lain yang menyenangkan.
Di mana rasa satu tubuh itu? Sebagian saja yang bisa merasai derita anak-anak Palestina. Atau bahkan iri akan gelar syuhada yang bisa di capai kapan saja di bumi Palestina.
Seharusnya, sebagai muslim bisa ikut membela mereka. Tapi apalah muslim saat ini, seperti yang di katakan Rasulullah, bahwa muslim banyak jumlahnya tapi bagaikan buih saja. Apakah kita termasuk umat yang itu? Nau’dzubillah.
Fakta keterpurukan kaum muslim, karena kehilangan penopang, pemimpin, tempat bernaung dan berlindung. Islam telah terpecah belah, kesatuan umat ini masih jauh rasanya untuk arah ke sana. Sedang kaum kuffar masih saja terus meneror dan mengurangi umat ini.
Tak pelak, khilafah Islamiyah harus segera berdiri. Agar umat ini menjadi lebih mulia. Agar umat ini bisa bangkit dan menjadi peradaban yang hebat. Agar umat ini dapat menciptakan keamanan, kesejahteraan, kemakmuran bagi siapa saja. Karena Islam adalah Rahmatan lil ‘alamiin. Kapankah..?
Insya Allah.. segera…
Untuk anak-anak Palestina, ku panjatkan doa semoga Allah melindungi selalu, dan bersabarlah, Allah dan Rasul-Nya merindukan kalian. Semoga kami dapat merasakan nikmat syahid itu…
Ya Allah pertautkanlah hati-hati ini untuk bermahabbah kepadaMu
Wednesday, December 14, 2005
PerJuangaN Kita Masih Panjang
Pagi kemaren ketika hendak berangkat ke kantor, aku naik sebuah angkot 01 jurusan Ciawi-Baranang Siang. aku pilih angkot yang penumpangnya tidak merokok. Di bangku yang untuk berenam di pojok angkot tepat di sebelahku, ada pasangan ABG yang sedang berpegangan tangan dengan mesranya. Si perempuan adalah seorang siswi MAN dan si laki-lakinya seprang pemuda belia yang bekerja di bangunan daerah depok.
Risih sekali aku melihat pemandangan itu, dan yang lebih membuatku jengkel adalah siswi MAN yang berkerudung itu, dia melakukan perbuatan itu seolah tidak melihat pada kerudung yang di pakainya. Batinku berkecamuk dan berperang apakah aku harus menegur atau mendiamkannya seperti penumpang lain. Ternyata rasa ingin menegur lebih besar ketimbang kecuekan ku. Dengan mengucap bismillah, aku serahkan semuanya kepada Allah.
Teringat tausiyah dari Aa Gym di sebuah stasiun radio subuh tadi, bahwa jika kita hendak menegur sampaikanlah dengan sopan santun. Maka dengan bahasa yang sehalus mungkin dan setengah berbisik, aku bertanya pada mereka apakah mereka telah menikah. Dan dengan tersipu mereka menjawab kalau mereak belum menikah dan mereka sedang PACARAN. Masya Allah....
Lalu tanpa ba bi bu lagi, aku sampaikan keberatanku akan aksi mereka di dalam angkot itu (pagi-pagi pula gitu loh). Selain melanggar aturan Allah, kalau dalam etika mah ga etis bermesraan di depan umum, mengingat negara ini masih memegang budaya ketimuran (apa masih ya..???). Sekilas aku sampaikan mengenai tata cara pergaulan Islami. Bagaimana sanksi dan pahala dari Allah ketika kta melanggar atau menjalankan perintah-Nya. Dan syukurnya mereka tidak marah, malah banyak bertanya (T_T)
Kesimpulannya dalam dialog yang singkat itu, ternyata banyak sekali muslim yang belum paham bagaimana bergaul secara Islami. Terbukti dari keheranan mereka terhadap larangan pegangan tangan sebelum menikah dan bagi mereka pegangan tangan adalah hal yang lumrah walau belum menikah. Dan paham liberalis yang mengusung kebebasan serta individualistis menimbulkan sikap cuek ketika melihat kebatilan.
Sesampainya di kantor aku merenung sebentar, peristiwa tadi adalah sepersekian dari masalah-masalah tidak teraplikasikannya syariat Islam di negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Dan fakta bahwa dakwah ternyata belum tersampaikan merata ke seluruh lapisan masyarakat. Ini adalah pekerjaan rumah yang harus segera di tuntaskan bagi aktivis dakwah dan semua yang terkait serta mempunyai peranan penting dalam kebangkitan Islam.
Maka amat disayangkan jika potensi dakwah yang dipunyai oleh setiap dari kita sebagai muslim terbuang demi sebuah perdebatan furu yang tidak berfaedah. Atau demi sebuah kebenaran nisbi atas nama ego sebuah harakah Islamiyah.
Ternyata perjuangan kita amsih panjang untuk kebangkitan Islam yang mulia ini.
Mari berbenah diri. Rapatkan barisan. Bersatulah di bawah panji asma-Nya. Semoga Allah mempertautkan hati-hati kita semua.
Risih sekali aku melihat pemandangan itu, dan yang lebih membuatku jengkel adalah siswi MAN yang berkerudung itu, dia melakukan perbuatan itu seolah tidak melihat pada kerudung yang di pakainya. Batinku berkecamuk dan berperang apakah aku harus menegur atau mendiamkannya seperti penumpang lain. Ternyata rasa ingin menegur lebih besar ketimbang kecuekan ku. Dengan mengucap bismillah, aku serahkan semuanya kepada Allah.
Teringat tausiyah dari Aa Gym di sebuah stasiun radio subuh tadi, bahwa jika kita hendak menegur sampaikanlah dengan sopan santun. Maka dengan bahasa yang sehalus mungkin dan setengah berbisik, aku bertanya pada mereka apakah mereka telah menikah. Dan dengan tersipu mereka menjawab kalau mereak belum menikah dan mereka sedang PACARAN. Masya Allah....
Lalu tanpa ba bi bu lagi, aku sampaikan keberatanku akan aksi mereka di dalam angkot itu (pagi-pagi pula gitu loh). Selain melanggar aturan Allah, kalau dalam etika mah ga etis bermesraan di depan umum, mengingat negara ini masih memegang budaya ketimuran (apa masih ya..???). Sekilas aku sampaikan mengenai tata cara pergaulan Islami. Bagaimana sanksi dan pahala dari Allah ketika kta melanggar atau menjalankan perintah-Nya. Dan syukurnya mereka tidak marah, malah banyak bertanya (T_T)
Kesimpulannya dalam dialog yang singkat itu, ternyata banyak sekali muslim yang belum paham bagaimana bergaul secara Islami. Terbukti dari keheranan mereka terhadap larangan pegangan tangan sebelum menikah dan bagi mereka pegangan tangan adalah hal yang lumrah walau belum menikah. Dan paham liberalis yang mengusung kebebasan serta individualistis menimbulkan sikap cuek ketika melihat kebatilan.
Sesampainya di kantor aku merenung sebentar, peristiwa tadi adalah sepersekian dari masalah-masalah tidak teraplikasikannya syariat Islam di negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Dan fakta bahwa dakwah ternyata belum tersampaikan merata ke seluruh lapisan masyarakat. Ini adalah pekerjaan rumah yang harus segera di tuntaskan bagi aktivis dakwah dan semua yang terkait serta mempunyai peranan penting dalam kebangkitan Islam.
Maka amat disayangkan jika potensi dakwah yang dipunyai oleh setiap dari kita sebagai muslim terbuang demi sebuah perdebatan furu yang tidak berfaedah. Atau demi sebuah kebenaran nisbi atas nama ego sebuah harakah Islamiyah.
Ternyata perjuangan kita amsih panjang untuk kebangkitan Islam yang mulia ini.
Mari berbenah diri. Rapatkan barisan. Bersatulah di bawah panji asma-Nya. Semoga Allah mempertautkan hati-hati kita semua.
Monday, December 12, 2005
Istirahat...

Akhir tahun ini sutriss banget deh, mau tutup buku, dan banyak hutang kerjaan yang numpuk gara-gara bikin buku si boss ramadhan kemaren (hiiks hasilna butut, banyak yang protes). Belum beberapa hari yang lalu, aku yang totally sensi, sehingga keluarlah sisi jelek seorang duni yang banyak diprotes temen-temen sekantor (peace ah). Aku makin sutriss.. sampe-sampe nekat pulang ke bandung (padahal besok mesti ngantor) yang ada di perjalanan ke bandung cuma bengong-bengong sambil berkaca-kaca nih mata. Dan di terminal leuwi panjang aku juga cuma tulas-tulis iseng bari nungguin si akang. Mm Ada Apa dengan Duni...
Hari ini, ketika aku ngedate sama komputerku yang abu millenium itu, mata kiriku kabur dan berat banget. Dan sekujur tubuh bagian kiri sakit pisan. Belum aku di repotkan dengan celotehan dan kreativitas azzam. Aduh kepala mulai berdenyut-denyut deh . Di tengah euforia kepalaku yang tengah lieur itu, tiba-tiba si mba ngingetin aku untuk ambil uang koperasi yang tertinggal di syirkah Al-Amin. Lagi-lagi untuk tutup buku.
Buru-buru aku ambil tas dan nyiapin azzam untuk disimpan dulu di si Nin.
Keluar dari kantor, aku langsung ke syirkah, sambil menggendong azzam. Aduh kepala dan badanku maiin teu pararuguh. Di tengah perjalanan inget sama tukang pijit refleksi yang ada di belakang al-amin. Ga pikir panjang, aku langsung ke sana sambil menyeret azzam yang super berat. Setiba di sana, setelah basa-basi akhirnya praktek pijat pun dimulai...
Sakit dan berkeringat, wuih aku jadi ngantuuuk banget...
Pada akhirnya si tukang pijit bilang... Istirahat jangan stress...
Ya, emang aku butuh banget dengan yang namanya istirahat...
Tapi istirahatku bukan hanya fisik aja, jiwa juga..
Ya, selama ini aku mempush lahir batinku dalam menghadapi berbagai masalah dalam kehidupanku. tapi aku toh tetap seorang manusia biasa yang juga butuh istirahat...
Tanganku mulai berat ketika menulis blog ini...
Ya, aku harus istirahat..
so aku mo bobo dulu ya...
Selamat istirahat semuanya...
zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz.....................
Bagaimana Jika...
Bagaimana jika ga ada cinta lagi? bagaimana jika keinginan untuk bersama sudah hilang? Bagaimaan jika harapan tentang kebersamaan telah sirna? Bagaimana jika angan tentang masa depan sudah menjauh? Bagaimana jika jiwa yang terbelah mencari ganti yang kembara yang lainnya? Bagaimana jika rasa memaafkan sulit untuk tercipta? Bagaimana jika luka menjadi sangat abses? Bagaimana jika keinginan untuk bebas dari segala beban dan ikatan selalu meluap dan menajdi sebuah kemantapan? Bagaimana jika...Engkau...
Lagu i'tirafnya Hadad Alwi dan Sulis, mengumandang syahdu..malam ini angin begitu kencang..dan dingin menusuk ke tulang..
Sambil mengenang tiap-tiap episode kehidupanku, lagu ini makin membuatku khusu untuk mengingatNya.
Rabbana...
Kau ciptakan daku ini dari yang sesuatu yang hina, hingga Engkau jadikan aku seorang manusia yang mampu berjalan tegak di muka bumi ini. Sehingga karena kemampuanku ini, aku mampu berjalan dengan pongah.
Dalam episode hidupku yang ada dalam titik nadir, yang hampir membuatku putus asa, Kau coba ingatkan aku bahwa kau lah tempat kembali. Tempat segala tentang makhlukMu..
Ah Rabbi.. betapa aku sangat malu. Bagaimana kelak aku bisa berdiri tegak lagi di hadapanMu, ketika di akhirat kelak aku di hadapkan video tentang aku dan segala yang ku lakukan... aku malu..
Betapa aku adalah orang yang penuh dengan dosa dan noda.
Rabbi hanya ampunanMu yang aku harapkan..
Maka Ampuni daku..
Ku mohon..
Wahai Tuhan ku talayak ke surgaMu, namun ta pula aku sanggup ke nerakaMu, ampunkalah
DaMai itu MaHaL
Berita di media elektronik maupun kertas, banyak mengangkat topik tentang kekerasan, kriminalitas, terorisme dan berbagai berita yang isinya adalah tiada damai di dunia ini.
Rasanya penat sekali, diantara tugas-tugas yang menumpuk dan target manusiawi seta kewajiban dunia akhirat, pada akhirnya butuh untuk sejenak melerai semuanya. Tapi dalam kondisi sekarang ini rasanya sangat sulit.
Damai itu mahal saudara.
kapan damai itu akan tiba?
Apa nanti ketika bumi di ratakan dan gunung bagaikan anai-anai?
Tunduh pisan...
Rasanya penat sekali, diantara tugas-tugas yang menumpuk dan target manusiawi seta kewajiban dunia akhirat, pada akhirnya butuh untuk sejenak melerai semuanya. Tapi dalam kondisi sekarang ini rasanya sangat sulit.
Damai itu mahal saudara.
kapan damai itu akan tiba?
Apa nanti ketika bumi di ratakan dan gunung bagaikan anai-anai?
Tunduh pisan...
Friday, December 09, 2005
Tentang Harapan (TEMAN SEJATI)
Masih sekitar kesedihan . Rasanya dia masih betah menemani hari-hariku, dan Tuhan masih ingin melihat butir-butir air mataku. Siang tadi ada SMS dari seorang teman, yang curhat tentang pernikahannya di tengah hatiku juga yang lagi bete.
" Hari ini so Sensi. Gue lelah. Gue pengen rehat dari kesendirian dan ketegaran ini. Gue Pengen ada tangan dan pelukan hangat. Ada yang melindungi, mencintai, membahagiakan gue sepenuh hati. Apa ada? Kapan? Di mana? Siapa? Seseorang yang dia adl : Belahan jiwa. Teman Sejati. Separuh nafas dan hidup. Cinta. Hasrat. Cita-cita.Masa Depan. Rumah dunia dan akhirat gue"
Ternyata selama ini dia merasa belum menemukan "the right one". Hatinya masih hampa dan kosong. Jiwa dan asanya masih terus mengembara. Dia menemukan potongan puzzle pelengkap hidupnya, penyangga ketika dia goyah.. seorang teman hidup ..
Well, dia bilang kalau nasyid "Teman Sejati" yang dilantunkan the Brothers menjadi lagu kebangsaannya dan nasyid "ku pinang kau dengan Al-Qura'n" menjadi sebuah kerinduannya akan seorang teman hidup.
Ironis di usia pernikahannya yang menginjak ke 5, keinginan, impian, harapannya tentang "Teman Sejati" sering mencuat. Di usianya yang masih belia keinginannya untuk mengakhiri masa "lajang" terus melutup-letup.
Baginya pernikahannya kini hanya untuk memenuhi sebuah ambisi dan obsesi tentang sebuah hukum syara. Baginya dirinya tak lebih seperti sebuah patung dan simbol. Dia ada tapi kering dari nilainya. Terlihat tapi mati rasa. Terikat tapi tak ada ruh di dalamnya.
Jelang 5 tahun pernikahannya dalam kesendirian membuatnya lelah. Dan ketegaran yang selalu dia upayakan membuat dirinya menuntut segera istirahat dan berlabuh.
Tapi tanyanya mulai mengusik pikirnya
Apa ada? kapan? Di mana? Siapa?
...Ku mencari-cari
Teman yang sejati
Buat menemani
Perjuangan ini.....
" Hari ini so Sensi. Gue lelah. Gue pengen rehat dari kesendirian dan ketegaran ini. Gue Pengen ada tangan dan pelukan hangat. Ada yang melindungi, mencintai, membahagiakan gue sepenuh hati. Apa ada? Kapan? Di mana? Siapa? Seseorang yang dia adl : Belahan jiwa. Teman Sejati. Separuh nafas dan hidup. Cinta. Hasrat. Cita-cita.Masa Depan. Rumah dunia dan akhirat gue"
Ternyata selama ini dia merasa belum menemukan "the right one". Hatinya masih hampa dan kosong. Jiwa dan asanya masih terus mengembara. Dia menemukan potongan puzzle pelengkap hidupnya, penyangga ketika dia goyah.. seorang teman hidup ..
Well, dia bilang kalau nasyid "Teman Sejati" yang dilantunkan the Brothers menjadi lagu kebangsaannya dan nasyid "ku pinang kau dengan Al-Qura'n" menjadi sebuah kerinduannya akan seorang teman hidup.
Ironis di usia pernikahannya yang menginjak ke 5, keinginan, impian, harapannya tentang "Teman Sejati" sering mencuat. Di usianya yang masih belia keinginannya untuk mengakhiri masa "lajang" terus melutup-letup.
Baginya pernikahannya kini hanya untuk memenuhi sebuah ambisi dan obsesi tentang sebuah hukum syara. Baginya dirinya tak lebih seperti sebuah patung dan simbol. Dia ada tapi kering dari nilainya. Terlihat tapi mati rasa. Terikat tapi tak ada ruh di dalamnya.
Jelang 5 tahun pernikahannya dalam kesendirian membuatnya lelah. Dan ketegaran yang selalu dia upayakan membuat dirinya menuntut segera istirahat dan berlabuh.
Tapi tanyanya mulai mengusik pikirnya
Apa ada? kapan? Di mana? Siapa?
...Ku mencari-cari
Teman yang sejati
Buat menemani
Perjuangan ini.....
At LeuWi PaNjang
Kemaren sangat kacau. Ingin nangis rasanya. Lalu aku nekat pergi ke Bandung. Meluapkan segalanya. Di sepanjang perjalanan pengennya tidur, tapi ga bisa. Yang ada mata malah melek terus. Sambil melihat ke arah luar dari kaca bis, aku merenung. Ternyata kehidupanku masih sama saja. Belum juga beranjak ke titik yang lebih baik, padahal sudah sekuat tenaga aku bangkit dari keterpurukan ini. Tapi ternyata aku belum cukup untuk berdiri tegar.
Sampai di leuwi panjang, sembari menunggu jemputan dan menikmati luka yang tertoreh di hati. Sambil menikmati malam, aku coba melihat di sekitarku, mencari sepotong ibroh di sana. Pandanganku terlempar pada tiga orang anak jalanan. Dengan dandanan yang kumal, mereka tengah asik memainkan tutup botol. Entah jenis permainan apa yang mereka lakukan. Tapi mereka begitu menikmatinya, walau sesekali mereka harus menghentikan karena usiran dan hardikan petugas terminal.
Keasyikan mereka membuatku iri. Di tengah kemiskinannya, mereka masih bisa bermain. Dan mainannya pun ala kadarnya. Tapi kemudian ada rasa yang menusuk hati ini lagi yang membuatku bertanya. Apakah mereka merasakan suatu kehampaan? kerinduan tentang sebuah keluarga? Ayah, Ibu dan saudara yang sangat mencintai.
Hiks.. aku jadi sedih lagi.. dan juga malu. Sedih karena aku kurang bersyukur. Dan Malu karena mereka jauh lebih tegar dariku. Mungkin aku juga sering merasakan kesendirian dan kehampaan. Ingin ada keluarga yang dapat menghangatkan relung hati yang dingin dan hampa ini. Tapi aku masih bisa mendapat hiburan dari teman-teman yang sangat peduli padaku. Semoga itu pun terjadi pada mereka.
Terima kasih untuk pelajaran malam ini di Leuwi Panjang...
Adakah uluran tangan yang ikhlas dan hangat untuk merengkuh hati-hati yang sepi ini.. ?
Sampai di leuwi panjang, sembari menunggu jemputan dan menikmati luka yang tertoreh di hati. Sambil menikmati malam, aku coba melihat di sekitarku, mencari sepotong ibroh di sana. Pandanganku terlempar pada tiga orang anak jalanan. Dengan dandanan yang kumal, mereka tengah asik memainkan tutup botol. Entah jenis permainan apa yang mereka lakukan. Tapi mereka begitu menikmatinya, walau sesekali mereka harus menghentikan karena usiran dan hardikan petugas terminal.
Keasyikan mereka membuatku iri. Di tengah kemiskinannya, mereka masih bisa bermain. Dan mainannya pun ala kadarnya. Tapi kemudian ada rasa yang menusuk hati ini lagi yang membuatku bertanya. Apakah mereka merasakan suatu kehampaan? kerinduan tentang sebuah keluarga? Ayah, Ibu dan saudara yang sangat mencintai.
Hiks.. aku jadi sedih lagi.. dan juga malu. Sedih karena aku kurang bersyukur. Dan Malu karena mereka jauh lebih tegar dariku. Mungkin aku juga sering merasakan kesendirian dan kehampaan. Ingin ada keluarga yang dapat menghangatkan relung hati yang dingin dan hampa ini. Tapi aku masih bisa mendapat hiburan dari teman-teman yang sangat peduli padaku. Semoga itu pun terjadi pada mereka.
Terima kasih untuk pelajaran malam ini di Leuwi Panjang...
Adakah uluran tangan yang ikhlas dan hangat untuk merengkuh hati-hati yang sepi ini.. ?
Wednesday, December 07, 2005
Teroris..
Sudah dua hari ini aku mendengar, membaca berita tentang teroris di berbagai media masa. Sebuah kegiatan yang merusak dan anarkis. Jauh dari perikemanusiaan. Tapi yang mengiris hati dari isu ini, kenapa cuma umat Islam aja yang dipojokkan. Apalagi teroris ini dekat dengan kegiatan jihad.
Apalagi kemaren aku dengar pula berita bahwa akan ada rencana polisi yang memeriksa sidik jari dan identitas para santri dan pengurusnya di wilayah Cimahi. Sebelum wacana ini ada, polisi juga pernah mendatangi pesantren Ngruki untuk memeriksa identitas para santri beserta ustadznya. Ga ketinggalan di daerahku (Bogor), juga kebagian, yaitu di pondok pesantren pertanian Darul Fallah. Dan materi-materi di pesantren mulai disensor, apalagi jika ada kitab yang membahas tentang jihad, pasti itu teroris.
Sedih, sakit dan kecewa, mendengar berita ini. Teroris=Islam=Pesantren+santri+Ustadz+Aktivis Islam. Itu beberapa saja yang terekspos, mungkin sebenarnya "polisi kita" sudah melakukan aksi sweeping ke seluruh pesantren.
Apa sih teroris? Apa sih Jihad? Apa sih Islam?
Di mana umat Islam? Di mana ukhuwah itu. Mengapa ketika ada saudara kita yang sedang terkena ujian fitnah bahkan siksa fisik kok malah terdiam, mungkin malah ikut juga phobia.
Di mana pemuda Islam? Wahai Syabab di mana kalian???????
kecewa banget deh...
Apalagi kemaren aku dengar pula berita bahwa akan ada rencana polisi yang memeriksa sidik jari dan identitas para santri dan pengurusnya di wilayah Cimahi. Sebelum wacana ini ada, polisi juga pernah mendatangi pesantren Ngruki untuk memeriksa identitas para santri beserta ustadznya. Ga ketinggalan di daerahku (Bogor), juga kebagian, yaitu di pondok pesantren pertanian Darul Fallah. Dan materi-materi di pesantren mulai disensor, apalagi jika ada kitab yang membahas tentang jihad, pasti itu teroris.
Sedih, sakit dan kecewa, mendengar berita ini. Teroris=Islam=Pesantren+santri+Ustadz+Aktivis Islam. Itu beberapa saja yang terekspos, mungkin sebenarnya "polisi kita" sudah melakukan aksi sweeping ke seluruh pesantren.
Apa sih teroris? Apa sih Jihad? Apa sih Islam?
Di mana umat Islam? Di mana ukhuwah itu. Mengapa ketika ada saudara kita yang sedang terkena ujian fitnah bahkan siksa fisik kok malah terdiam, mungkin malah ikut juga phobia.
Di mana pemuda Islam? Wahai Syabab di mana kalian???????
kecewa banget deh...
My Second Blog
Aduh ternyata susah juga ya pertamanya ngedit blog. Susah payah deh. Butuh kerja keras. Eh setelah ketemu kuncinya malah jadi kesenangan ngotak-ngatik templatenya. Sebelum ketemu kuncinya saya tanya dulu sama suhu saya, si mbah eva (he he he). Blog pertama saya gagal (belum ketemu aja kali ya ;P). Lalu di suruhnya saya bikin yang baru. Ternyata berhasil, tapi dengan saran tambahan jangan malu-maluin hiks.. (karena aku bikin posting tentang seseorang di blogs friensterku).
Emang vulgar banget ya Va? Tapi sisi positifnya kan aku jadi lueega. Tapi tenang aja va, yang kedua ini mah ga malu-maluin deh. Tapi maap juga nih kalau ada melo-melonya dikit. maklum lah..
Emang vulgar banget ya Va? Tapi sisi positifnya kan aku jadi lueega. Tapi tenang aja va, yang kedua ini mah ga malu-maluin deh. Tapi maap juga nih kalau ada melo-melonya dikit. maklum lah..
ProLog
sekedar pembukaan saja. Blog ini jadi tempat meditasi, kontemplasi, dan segala bentuk perenungan bagi seorang "Maharani". Tapi tidak tertutup kemungkinan bagi yang mau nimbrung dan gabung dalam perenungan ini.
