..:: Ranie ::..

Friday, December 09, 2005

At LeuWi PaNjang

Kemaren sangat kacau. Ingin nangis rasanya. Lalu aku nekat pergi ke Bandung. Meluapkan segalanya. Di sepanjang perjalanan pengennya tidur, tapi ga bisa. Yang ada mata malah melek terus. Sambil melihat ke arah luar dari kaca bis, aku merenung. Ternyata kehidupanku masih sama saja. Belum juga beranjak ke titik yang lebih baik, padahal sudah sekuat tenaga aku bangkit dari keterpurukan ini. Tapi ternyata aku belum cukup untuk berdiri tegar.

Sampai di leuwi panjang, sembari menunggu jemputan dan menikmati luka yang tertoreh di hati. Sambil menikmati malam, aku coba melihat di sekitarku, mencari sepotong ibroh di sana. Pandanganku terlempar pada tiga orang anak jalanan. Dengan dandanan yang kumal, mereka tengah asik memainkan tutup botol. Entah jenis permainan apa yang mereka lakukan. Tapi mereka begitu menikmatinya, walau sesekali mereka harus menghentikan karena usiran dan hardikan petugas terminal.

Keasyikan mereka membuatku iri. Di tengah kemiskinannya, mereka masih bisa bermain. Dan mainannya pun ala kadarnya. Tapi kemudian ada rasa yang menusuk hati ini lagi yang membuatku bertanya. Apakah mereka merasakan suatu kehampaan? kerinduan tentang sebuah keluarga? Ayah, Ibu dan saudara yang sangat mencintai.

Hiks.. aku jadi sedih lagi.. dan juga malu. Sedih karena aku kurang bersyukur. Dan Malu karena mereka jauh lebih tegar dariku. Mungkin aku juga sering merasakan kesendirian dan kehampaan. Ingin ada keluarga yang dapat menghangatkan relung hati yang dingin dan hampa ini. Tapi aku masih bisa mendapat hiburan dari teman-teman yang sangat peduli padaku. Semoga itu pun terjadi pada mereka.

Terima kasih untuk pelajaran malam ini di Leuwi Panjang...


Adakah uluran tangan yang ikhlas dan hangat untuk merengkuh hati-hati yang sepi ini.. ?
posted by Maharani Arief at 3:20 AM

0 Comments:

Post a Comment

<< Home