..:: Ranie ::..
Tuesday, December 20, 2005
Anak-anak Palestina
Anak-Anak Palestina
(terinspirasi oleh cd Anak-Anak Palestina)
Sore, menjelang jam pulang kantor, iseng ku buka lagi cd tentang ank-anak Palestina yang ku beli sebulan yang lalu. Tepatnya ketika bulan Ramadhan.
Sekali lagi seperti yang lalu, ketika aku memutar cd ini, perasaan haru biru menyelimuti diriku. Merasuk ke hati dan pikirku.
CD ini menggambarkan bagaimana kondisi Palestina dan bagaimana anak-anak Palestina telah terbiasa oleh situasi perang di sana. Kesedihan, ketakutan, kelaparan, kekurangan segala tidak menyurutkan semangat juang mereka untuk mencapai syahid. Dentuman bom, suara senapan yang nyaring menambah kepiluan hatiku.. Aku malu, ketika ada seorang muslimah Palestina yang menyerukan kepada setiap muslimah di Palestina agar bangkit dan menambah profesi mereka sebagai pejuang Allah. CD ini menyuguhkan perjuangan melawan penjajah Israel untuk menjaga Al-Aqsa dan Al-Quds. Mereka lebih suka mati berkalang tanah di bandingkan menjadi budak Israel.
Di sini di ranah Indonesia ini, negara yang mayoritas muslim, sangat kontras. Jauh sekali kondisi yang kita alami, teror baru sebatas kenaikan harga yang membuat semakin susah tapi masih kita melenggang di jalan dengan aman, tanpa beban ketakutan di tembak atau di bom. Anak-anak pun masih bebas bermain. Lebih dari itu bagi sebagian kalangan masyarakat panggede, anak-anak mereka bebas menghaburkan uang dan melewatkan waktu luang dengan hura-hura. Para muslimah pun masih bisa disibukkan dengan mode fashion terbaru atau melaksanakan arisan atau aktivitas lain yang menyenangkan.
Di mana rasa satu tubuh itu? Sebagian saja yang bisa merasai derita anak-anak Palestina. Atau bahkan iri akan gelar syuhada yang bisa di capai kapan saja di bumi Palestina.
Seharusnya, sebagai muslim bisa ikut membela mereka. Tapi apalah muslim saat ini, seperti yang di katakan Rasulullah, bahwa muslim banyak jumlahnya tapi bagaikan buih saja. Apakah kita termasuk umat yang itu? Nau’dzubillah.
Fakta keterpurukan kaum muslim, karena kehilangan penopang, pemimpin, tempat bernaung dan berlindung. Islam telah terpecah belah, kesatuan umat ini masih jauh rasanya untuk arah ke sana. Sedang kaum kuffar masih saja terus meneror dan mengurangi umat ini.
Tak pelak, khilafah Islamiyah harus segera berdiri. Agar umat ini menjadi lebih mulia. Agar umat ini bisa bangkit dan menjadi peradaban yang hebat. Agar umat ini dapat menciptakan keamanan, kesejahteraan, kemakmuran bagi siapa saja. Karena Islam adalah Rahmatan lil ‘alamiin. Kapankah..?
Insya Allah.. segera…
Untuk anak-anak Palestina, ku panjatkan doa semoga Allah melindungi selalu, dan bersabarlah, Allah dan Rasul-Nya merindukan kalian. Semoga kami dapat merasakan nikmat syahid itu…
Ya Allah pertautkanlah hati-hati ini untuk bermahabbah kepadaMu
(terinspirasi oleh cd Anak-Anak Palestina)
Sore, menjelang jam pulang kantor, iseng ku buka lagi cd tentang ank-anak Palestina yang ku beli sebulan yang lalu. Tepatnya ketika bulan Ramadhan.
Sekali lagi seperti yang lalu, ketika aku memutar cd ini, perasaan haru biru menyelimuti diriku. Merasuk ke hati dan pikirku.
CD ini menggambarkan bagaimana kondisi Palestina dan bagaimana anak-anak Palestina telah terbiasa oleh situasi perang di sana. Kesedihan, ketakutan, kelaparan, kekurangan segala tidak menyurutkan semangat juang mereka untuk mencapai syahid. Dentuman bom, suara senapan yang nyaring menambah kepiluan hatiku.. Aku malu, ketika ada seorang muslimah Palestina yang menyerukan kepada setiap muslimah di Palestina agar bangkit dan menambah profesi mereka sebagai pejuang Allah. CD ini menyuguhkan perjuangan melawan penjajah Israel untuk menjaga Al-Aqsa dan Al-Quds. Mereka lebih suka mati berkalang tanah di bandingkan menjadi budak Israel.
Di sini di ranah Indonesia ini, negara yang mayoritas muslim, sangat kontras. Jauh sekali kondisi yang kita alami, teror baru sebatas kenaikan harga yang membuat semakin susah tapi masih kita melenggang di jalan dengan aman, tanpa beban ketakutan di tembak atau di bom. Anak-anak pun masih bebas bermain. Lebih dari itu bagi sebagian kalangan masyarakat panggede, anak-anak mereka bebas menghaburkan uang dan melewatkan waktu luang dengan hura-hura. Para muslimah pun masih bisa disibukkan dengan mode fashion terbaru atau melaksanakan arisan atau aktivitas lain yang menyenangkan.
Di mana rasa satu tubuh itu? Sebagian saja yang bisa merasai derita anak-anak Palestina. Atau bahkan iri akan gelar syuhada yang bisa di capai kapan saja di bumi Palestina.
Seharusnya, sebagai muslim bisa ikut membela mereka. Tapi apalah muslim saat ini, seperti yang di katakan Rasulullah, bahwa muslim banyak jumlahnya tapi bagaikan buih saja. Apakah kita termasuk umat yang itu? Nau’dzubillah.
Fakta keterpurukan kaum muslim, karena kehilangan penopang, pemimpin, tempat bernaung dan berlindung. Islam telah terpecah belah, kesatuan umat ini masih jauh rasanya untuk arah ke sana. Sedang kaum kuffar masih saja terus meneror dan mengurangi umat ini.
Tak pelak, khilafah Islamiyah harus segera berdiri. Agar umat ini menjadi lebih mulia. Agar umat ini bisa bangkit dan menjadi peradaban yang hebat. Agar umat ini dapat menciptakan keamanan, kesejahteraan, kemakmuran bagi siapa saja. Karena Islam adalah Rahmatan lil ‘alamiin. Kapankah..?
Insya Allah.. segera…
Untuk anak-anak Palestina, ku panjatkan doa semoga Allah melindungi selalu, dan bersabarlah, Allah dan Rasul-Nya merindukan kalian. Semoga kami dapat merasakan nikmat syahid itu…
Ya Allah pertautkanlah hati-hati ini untuk bermahabbah kepadaMu
posted by Maharani Arief at 7:29 AM

0 Comments:
Post a Comment
<< Home